IndoBuildTech Expo 9-12 Juli 2026, GLR Logistik Mendukung Industri Konstruksi Nasional Menjadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan
Tangerang Selatan, 08 Jul 2026

TANGERANG SELATAN – GLR Logistik mendukung Pemerintah khususnya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rangka mendorong industri konstruksi nasional menjadi pilar pembangunan berkelanjutan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan peningkatan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat yang disampaikan Menko AHY saat membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/7/2026).

Menko AHY menilai sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja. Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan industri konstruksi juga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

“Sektor konstruksi ini terus berada di lima besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, jika sektor ini tumbuh sehat, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya roda perekonomian,” kata Menko AHY usai membuka IndoBuildTech Expo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (8/7).

CEO PT Global Lancar Raya dengan Brand Global Logistik Raya (GLR) Kelik Eko Raharjanto juga mendukung langkah-langkah Menko AHY bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Seiring dengan pertumbuhan industri konstruksi, CEO PT Global Lancar Raya Global Logistik Raya (GLR) Kelik Eko Raharjanto & Rudi Nur Sasongko sebagai Operation Coordinator GLR akan selalu mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dengan support pengiriman material, peralatan kerja, consumable baik secara via Darat, Laut maupun Udara untuk beberapa pekerjaan antara lain pembangunan tiga juta rumah, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga Sekolah Rakyat yang seluruhnya membutuhkan ekosistem konstruksi nasional yang semakin kuat dan kompetitif dengan Motto GLR MANTAP yaitu Mudah, Aman, Nyaman, Tepat Waktu, Amanah & Professional.

Global Logistik Raya (GLR) mendukung Pemerintah & Menko AHY bahwa “Kita tidak hanya ingin membangun lebih banyak, tetapi kita harus membangun lebih baik, lebih berkualitas, lebih berdampak, dan membangun untuk semua. Artinya tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.

CEO PT GLR & Menko AHY juga mengapresiasi semakin besarnya peran industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Saat meninjau pameran, ia melihat semakin banyak produk karya anak bangsa yang memiliki kualitas internasional dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat.

“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” ujarnya.

CEO GLR Kelik Eko Raharjanto akan terus mendorong Menko AHY dan pemerintah terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang memberikan kepastian, kemudahan, dan berbagai insentif agar industri konstruksi nasional semakin berkembang.

CEO GLR menambahkan tantangan Global Logistik Raya (GLR) dalam jasa forwarder, cargo, dan eksedisi pembangunan ke depan juga menuntut perubahan cara pandang terhadap Ancaman perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam Ke depan kita harus semakin adaptif dan inovatif menghadapi krisis iklim terhadap berbagai potensi bencana.

Kelik Eko Raharjanto CEO PT GLR sangat berharap IndoBuildTech Expo tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, arsitek, desainer, akademisi, dan investor untuk mempercepat inovasi sektor konstruksi nasional dari beragam inovasi yang ditampilkan, mulai dari material bangunan, furnitur, produk interior, hingga teknologi konstruksi buatan Indonesia.

IndoBuildTech Expo 2026 diikuti sekitar 500 tenant, sekitar 90 persen berasal dari industri dalam negeri, sementara sisanya berasal dari berbagai negara seperti Tiongkok, Singapura, Vietnam, Kanada, dan sejumlah negara lainnya. Kehadiran peserta internasional diharapkan memperkuat transfer teknologi, memperluas jejaring bisnis, serta meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di pasar global.

Sementara itu, CEO PT Global Lancar Raya  mengatakan arsitek memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem konstruksi nasional yang inovatif dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pengusah logistik, kontraktor, industri material bangunan, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting untuk menghasilkan karya-karya yang tidak hanya modern, tetapi juga berpihak pada keberlanjutan serta mencerminkan identitas Indonesia.

Pembukaan pameran industri konstruksi terbesar di Indonesia tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Banten Shri Chandra Satryotomo, serta jajaran penyelenggara PT Debindo. Menko AHY didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Ariuly Hutahayan.

BACA JUGA

Jakarta, 21 Feb 2025
Kelik Eko Raharjanto, ST - Direktur/Owner PT GLR sebagai Speaker Strategi Optimalisasi Supply Chain Management Dengan ISO 9001

Jakarta, 17 Oct 2024
Jelang HUT ke 2, NLC Galang Peningkatan Networking & Sinergi Bisnis Logistik

Purwokerto, 06 Dec 2016
CV. ALPHABET Purwokerto Berhasil Meraih Sertifikat ISO 9001:2015

Jakarta, 20 Aug 2016
Penyerahan Sertifikat ISO 9001: 2015 PT. Halim Mitra Dirgantara