GLR Hadiri Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, Perkuat Transformasi Manufaktur Berbasis AI
JAKARTA, 13 Oct 2026

Jakarta - Adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tak lagi terbatas pada penggunaan perorangan, tetapi telah merambah ke berbagai sektor industri. Manufaktur menjadi salah satu sektor yang paling dekat dengan pemanfaatan AI untuk mendorong transformasi bisnis. Melihat kebutuhan tersebut, GLR turut hadir dalam The 8th Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 yang diselenggarakan oleh Naganaya Indonesia bersama Dewan Transformasi Digital Industri Indonesia (WANTRII).

Mengusung tema “AI-Powered Industry: Shaping the Future of Intelligent Enterprise”, acara ini berlangsung pada 13-14 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta. Pelaku industri manufaktur, penyedia solusi teknologi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dipertemukan untuk membahas perkembangan AI, transformasi digital, serta keamanan siber.

Kehadiran GLR dalam forum ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mengikuti perkembangan teknologi industri sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri dan penyedia teknologi.

Manajer Marketing GLR, Rudi Wijianto, mengatakan bahwa forum seperti ini menjadi ruang yang penting bagi perusahaan untuk melihat langsung arah perkembangan industri.

“Industri manufaktur bergerak sangat cepat, dan AI menjadi salah satu faktor yang mengubah cara kerja di dalamnya. Melalui kehadiran di Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026, kami ingin belajar dari berbagai pandangan yang dibagikan, sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan para pelaku industri dan penyedia teknologi,” ujar Rudi.

Ia menambahkan bahwa pertemuan langsung antara pelaku industri dan penyedia solusi membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar dengan lebih tepat.

“Dengan bertemu langsung para pemangku kepentingan, kami bisa memahami tantangan yang dihadapi industri saat ini dan memikirkan bagaimana GLR dapat berkontribusi lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Dalam pembukaan acara, Direktur Utama Naganaya Indonesia, Aditya Adiguna, menyampaikan bahwa kebutuhan industri terhadap AI telah bergeser dari sekadar memahami teknologi menjadi mencari cara menerapkannya secara tepat dalam kegiatan bisnis.

“Kami melihat industri tidak lagi bertanya apakah AI akan masuk ke lini bisnis mereka, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara tepat. Melalui edisi kedelapan ini, kami ingin Indonesia 4.0 Conference & Expo menjadi tempat bertemunya para pelaku industri, penyedia teknologi, dan pembuat kebijakan untuk menerjemahkan strategi menjadi langkah nyata,” tegas Aditya, Selasa (13/10/2026).

Dari sisi pemerintah, Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Muhammad Neil El Himam, menilai pemanfaatan AI tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membuka peluang inovasi produk dan pengembangan talenta digital. Menurutnya, transformasi menuju industri berbasis AI akan berjalan optimal bila pemerintah, pelaku usaha, dan ekosistem kreatif bergerak bersama.

Aspek keamanan digital juga menjadi sorotan. Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Albertus Rachmad Wibowo, menekankan bahwa keamanan siber harus menjadi fondasi sejak awal proses digitalisasi industri, bukan sekadar tambahan di tahap akhir.

Sementara itu, Ketua WANTRII sekaligus GM Enterprise Channel Partner Solution Management Telkomsel Indonesia, Fadli Hamsani, menyampaikan bahwa adopsi AI dan teknologi digital di sektor manufaktur membutuhkan ekosistem yang saling menguatkan. Penyelenggaraan tahun ini juga didukung oleh PT RJGF International Indonesia (Runjian Co., Ltd.), yang dijadwalkan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan WANTRII untuk memperkuat kolaborasi dalam ekosistem industri dan transformasi digital.

Melalui konferensi dan pameran ini, penyelenggara berharap tercipta lebih banyak kolaborasi serta keputusan strategis yang dapat mempercepat adopsi AI dan teknologi digital di sektor manufaktur nasional. Bagi GLR, partisipasi ini menjadi langkah untuk terus beradaptasi dan terhubung dengan ekosistem industri yang terus berkembang.

Indonesia 4.0 Conference & Expo merupakan forum yang diselenggarakan sejak 2019 untuk mempertemukan pelaku industri manufaktur, penyedia solusi teknologi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan transformasi digital. Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara ini mencatat lebih dari 6.000 pengunjung, 40 peserta pameran, dan 70 pembicara.

BACA JUGA

Jakarta, 21 Feb 2025
Kelik Eko Raharjanto, ST - Direktur/Owner PT GLR sebagai Speaker Strategi Optimalisasi Supply Chain Management Dengan ISO 9001

Jakarta, 17 Oct 2024
Jelang HUT ke 2, NLC Galang Peningkatan Networking & Sinergi Bisnis Logistik

Purwokerto, 06 Dec 2016
CV. ALPHABET Purwokerto Berhasil Meraih Sertifikat ISO 9001:2015

Jakarta, 20 Aug 2016
Penyerahan Sertifikat ISO 9001: 2015 PT. Halim Mitra Dirgantara